A.
Pengertia Gerak
Suatu benda di
ketakan bergerak jika kedudukannya berubah terhadap suatu titik acuan,misalnya bola
dikatakan bergerak jika kedudukannya terhadap kaki berubah. Bola yang di
tendang akan berpindah dari titik penalti menuju ke gawang.
Contoh:
1. Kereta
api bergerak dari solo menuju semarang.
a. Jika
solo sebagai titik acuan , maka gerakanya menjauh
b. Jika
semarang sebagai titik acuan,maka gerakanya mendejati
Kebalikanya
dari benda bergerak adalah benda diam. Beda dikatakan diam apabila kedudukanya
terhadap titik acuanya tidah berubah.
Contoh:
Andi naik kereta dari solo ke semarang. Di tempat duduk,
andi sambil bermain melempar batu kecil ke atas kemudian di tangkap lagi.
Mak dapat di katakan sabagai berikut.
1.Andi bergerak terhadap stasiun.
2.Andi diam rehadap tempat duduknya.
3. Kereta api bergerak terhadap stasiun.
Menurut sifatnya dikelompokkan menjadi dua.
1.Gerak asli
Gerak asli adalah
gerak suatu benda yang benar-benar bergerak terhadap suatu titik acuan.
2.Gerak semu
Gerak semu
adalah gerak suatu benda yang kelihatan seolah-olah bergerak tetapi tidak
bergerak.
Misalnya: gerak pohon di pinggir jalan pada saat kita
naik mobil.
B.
Jarak dan Perpindahan
Pembahasan mengenai benda yang bergerak berhubungan erat dengan berbagai besaran, di antaranya adalah perpindahan dan jarak. Menurut anda, samakah pengertian antara perpindahan dengan jarak?
Pada dasarnya perpindahan dan jarak merupakan dua pengertian yang berbeda. Dalam ilmu fisika, perpindahanmerupakan besaran vektor, sedangkan jarak merupakan besaran skalar. Untuk dapat membedakan dengan jelas antara perpindahan dengan jarak, perhatikanlah ilustrasi berikut
Apabila anda membicarakan perpindahan, anda perlu mengetahui arah perpindahan tersebut. Perpindahan dapat berharga positif maupun negatif bergantung pada titik acuan dan arah gerak.
Bagaimana jarak dan perpindahan jika sebuah benda begerak dalam arah sumbu x dan sumbu Y? Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di atas. Gambar tersebut menunjukkan lintasan beda yang bergerak dari a ke b, dan dilanjutkan ke c. Lintasan benda dari a - b - c disebut jarak tempuh, sedangkan lintasan dari a langsung ke c tanpa melalui b,disebut dengan perpindahan.
c. Kecepatan dan kelajuan
Kecepatan dan kelajuan memiliki pengertian berbeda. Kecepatan merupakan besaran vektor, sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar. Kelajuan sebuah benda ditentukan oleh jarak tempuh benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tersebut, tanpa memperhatikan arah perpindahannya. Lain halnya dengan kelajuan, kecepatan ditentukan oleh perpindahan benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk berpindah dengan memperhatikan arah perpindahan. Untuk lebih paham terkait dengan konsep kecepatan dan kelajuan, perhatikanlah ilustrasi berikut
Seorang anak berjalan dari titik a menuju b, dan dilanjutkan ke c. Jika jarak a - b adalah 4 km dan jarak b - c besarnya 3 km, serta waktu yang diperlukan untuk sampai di c adalah 30 menit, hitung kelajuan dan kecepatan anak tersebut.
Jawaban:
Besarnya kelajuan anak tersebut dihitung dengan persamaan V = s/t, di mana s adalah jarak tempuh dari a - b - c dan t adalah waktu tempu. Jadi kalajuan anak tersebut adalah
Untuk mencari kecepatan yang ditempuh anak, maka haruslah dicari terlebih dahulu perpindahan anak tersebut. Besarnya perpindahan yang ditempuh anak dapat dicari dengan dalil Phytagoras, dan akan didapat hasil sebesar 5 km. Oleh karena itu, kecepatan anak tersebut adalah
D.Kecepatan Sesaat dan Kelajuan Sesaat
Ketika anda mengendarai atau menaiki kendaraan bermotor, pernahkah anda memperhatikan speedometer kendaraan tersebut? Selama perjalanan, speedometer yang berfungsi dengan baik akan menunjukkan angka-angka yang berbeda. Seperti yang anda ketahui, bahwa speedometer merupakan alat pengukur kelajuan.
Adapun besaran yang diukur oleh speedometer tersebut adalah kelajuan sesaat. Secara matematis, kelajuan sesaat ini merupakan limit kelajuan rata-rata untuk selang waktu yang sangat singkat (Δt ≈ 0).
erak lurus adalah suatu gerak pada lintasan lurus. Gerak lurus dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Adapun sifat sifat kedua jenis gerak tersebut akan dijelaskan secara detail seperti berikut
F.Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak lurus beraturan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan konstan/tetap., dalam artian selama gerakannya, kecepatan benda selalu tetap.
Besarnya kecepatan benda yang bergerak lurus beraturan ini dapat ditentukan dengan persamaan
Berikut adalah simulasi gerak lurus beraturan. Untuk melihat simulasi, tekanlah tombol yang sudah tersedia.
G.Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan yang berubah ubah secara beraturan, dalam artian gerak benda tersebut memiliki percepatan sebesar a.
Dalam GLBB berlaku persamaan persamaan gerak seperti berikut
H.Gerak Jatuh Bebas
Dalam kehidupan sehari-hari, anda mungkin pernah melihat jatuhnya sebuah benda dari suatu ketinggian tertentu tanpa kecepatan awal, misalnya buah kelapa tua yang jatuh dari pohonnya. Gerak jatuhnya suatu benda dari suatu ketinggian tanpa kecepatan awal inilah yang disebut dengan gerak jatuh bebas. Pada gerak jatuh tanpa kecepatan awal ini, benda mengalami percepatan gravitasi bumi (g), sehingga makin dekat dengan permukaan bumi, gerakan benda akan semakin cepat. Adapun ilustrasinya dapat dilihat seperti ilustrasi berikut
Pada ilustrasi di atas tampak sebuah bola yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu h tanpa kecepatan awal (Vo = 0). Gerak jatuh bebas merupakan GLBB, oleh karena itu, persamaan dalam GLBB masih tepat berlaku, hanya saja, percepatan (a) diganti dengan percepatan gravitasi bumi (g)
Oleh karena pada gerak jatuh bebas tidak ada kecepatan awal (Vo = 0), maka persamaan gerak di atas akan menjadi seperti berikut
Kajiannya tentang dalil archimedes mengantarkan Galilio pada kesimpulan bahwa semua benda jatuh memiliki kecepatan yang sama, dalam artian kecepatanya tersebut tidak dipengaruhi oleh massanya
I.Gerak Vertikal
Gerak Vertikal merupakan gerakan benda arah vertikal dengan kecepatan awal (Vo = 0). Gerak vertikal ini dibedakan mejadi dua, yaitu gerak vertikal ke atas dan gerak vertikal ke bawah
Pada gerak vertikal baik itu gerak vertikal ke atas maupun gerak vertikal ke bawah, masih tetap berlaku persamaan gerak lurus berubah beraturan
Salah satu fenomena gerak vertikal yang erat kaitannya dengan teknologi sert sering kita temui adalah peluncuran roket
Tidak ada komentar:
Posting Komentar